1. Mutiara Bintang Lestari | Maret 30, 2009 pada 5:25 pm
Jiwa yang di rundung Sepi Tak kuat menahan Rindu Di dalam Kalbu… Sekian lama Menunggu sang pujaan hati Namun begitu tebal tembok menghadang
Oh tuhan Izinkan Diri ini menyimpa Cinta yang terdalam di lupuk hati yang paling dalam
Jiwa ini Tersadari, bahwa cinta bukan mencintai seseorang yang sempurna Tapi cinta mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara sempurna….
Fill in your details below or click an icon to log in:
You are commenting using your WordPress.com account. ( Log Out / Ubah )
You are commenting using your Twitter account. ( Log Out / Ubah )
You are commenting using your Facebook account. ( Log Out / Ubah )
Connecting to %s
Beritahu saya balasan komentar lewat surat elektronik.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed
Get every new post delivered to your Inbox.
1.
Mutiara Bintang Lestari | Maret 30, 2009 pada 5:25 pm
Jiwa yang di rundung Sepi
Tak kuat menahan Rindu Di dalam Kalbu…
Sekian lama Menunggu sang pujaan hati
Namun begitu tebal tembok menghadang
Oh tuhan Izinkan Diri ini menyimpa
Cinta yang terdalam di lupuk hati yang paling dalam
Jiwa ini Tersadari, bahwa cinta
bukan mencintai seseorang yang sempurna
Tapi cinta mencintai seseorang yang tidak sempurna
dengan cara sempurna….